Kamis, 10 Desember 2009

Open Services Gateway Initiative (OSGi)

Open Services Gateway Initiative Dilihat dari arti kata tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa OSGI ini adalah layanan untuk membuka jembatan dari berbagai jalan. Maksutnya adalah bahwa osgi ini adalah sebuah Tekhnologi dimana kita dapat menggabungkan berbagai fungsi dalam satu tujuan atau aplikasi, suatu cara untuk menggabungkan berbagai bagian-bagian yang mana bagian-bagian ini dibungkus menjadi sebuah aplikasi yang dapat kita gunakan dengan berbagai macam kegunaan. Sebenarnya teknologi ini berawal dari pikiran bagaimana cara mengubah program tanpa membongkar koding. Dari situ teknologi ini mulai dikembangkan dalam bahasa pemrograman mulai dari instalasi, jalannya program, update dan sampai uninstall tanpa perlu memperbarui coding. Manfaat dalam penerapan osgi ini adalah : Programmer dapat mengupdate atau mengupgrade kodingnya dengan mudah. Contoh : programmer membuat aplikasi yang mana terdapat bug yang harus ditambal, programmer ini tidak perlu melakukan pengkodingan ulang dan mengganti aplikasi yang lama dengan aplikasi baru yang memakan waktu dan biaya yang besar untuk menambalnya (patching). Seperti cara inject (suntik) ke dalam program yang telah dibuat. Dan ini tidak merubah struktur program dan kinerja program tersebut. Dengan teknologi osgi ini kita dapat menyatukan berbagai fungsi di dalam aplikasi. Contoh : seperti plug in yang dapat menambahkan fungsi dalam aplikasi. Mudah dalam penerapan Bagi tim yang membuat aplikasi tentunya tugas mereka berbeda. Ada yang membuat desain antar muka atau GUI, ada yang membuat koding jalan softwarenya, ada yang membuat keamanannya, dan lain sebagainya. Nah dari semua koding yang telah dibuat ini kita dapat satukan dengan dan Dibungkus dari komponen-komponen OSGI ini. Efisiensi biaya Dalam hal ini untuk pengembangan sebuah software dapat menekan biaya yang dikeluarkan dalam pemeliharaan software. Seperti yang tertera dalam penjelasan a. Sebenarnya masih banyak keuntungan atau manfaat osgi ini. Dan dapat dilihat pada web resmi osgi alliance. IMPLEMENTASI OSGI Teknologi Osgi sudah sangat banyak dikembangkan untuk berbagai macam keperluan dalam sehari hari maupun di bidang teknologi informasi dan industry serta di bidang ilmu komputer. Dalam kehidupan sehari-hari Dikembangkan untuk mengendalikan alat-alat elektronik dalam rumah tangga dengan internet. Yaitu dengan menghubungkan berbagai framework OSGI ini untuk mengendalikan alat-alat rumah tangga yang bersifat elektronik. Hal ini dilakukan dengan berbagai protocol network yaitu Bluetooth, uPnP,HAVi, dan X10. Dengan bantuan Jini dan standart OSGI dari sun microsistem yaitu Java Embedded Server. Teknologi ini dinamakan home network dan jinni adalah salah satu standart untuk pembuatan home nerwork yang berbasis java. Teknologi dan industry Dalam hal ini pengembangan OSGI dalam Teknologi dan industri adalah untuk otomatisasi industri. Seperti otomatisnya system dalam gudang yang dapat meminta dalam PPIC untuk mengadakan bahan baku, dan masih banyak yang lain. Ilmu Komputer Dalam ilmu Komputer ini sangat banyak pengembang yang memanfaatkan teknologi OSGI ini. Dari surfing di internet banyak yang mengulas tentang Pemrograman Java yang mengapdopsi teknologi osgi ini. Salah satu contoh adalah knopflerfish merupakan framework untuk melakukan OSGI didalam program Java. Dan juga eclipse IDE merupakan OSGI framework yang dikembangkan oleh eclipse dan berbasis GUI. Dan masih banyak juga dalam server serta program-program lain yang mengembangkan teknologi OSGI ini. Adapun siklus hidup OSGI yang digambarkan dibawah ini :


MIDDWARE TELEMATIKA

Perkembangan middleware dapat dikategorikan sebagai berikut: • On Line Transaction Processing (OLTP), merupakan perkembangan awal dari koneksi antar remote database. Pertama kali ditemukan tahun 1969 oleh seorang engineer di Ford, kemudian diadopsi oleh IBM hingga kini dikenal sebagai proses OLTP. • Remote Procedure Call (RPC), menyediakan fasilitas jaringan secara transparan. Open Network Computing (ONC) merupakan prototipe pertama yang diperkenalkan awal tahun 70-an. Sun unggul dalam hal ini dengan mengeluarkan suatu standar untuk koneksi ke internet. Distributed Computing Environment (DCE) yang dikeluarkan oleh Open Systems Foundation (OSF) menyediakan fungsi-fungsi ONC yang cukup kompleks dan tidak mudah untuk sis administrasinya. • Common Object Request Broker Architecture (CORBA), merupakan object-oriented middleware yang menggabungkan fungsi RPC, brokering, dan inheritance. DIGITAL ObjectBroker merupakan salah satu contohnya. Database middleware adalah salah satu jenis middleware disamping message-oriented middleware, object-oriented middleware, remote procedure call, dan transaction processing monitor1. Pada prinsipnya, ada tiga tingkatan integrasi sistem komputer yaitu integrasi jaringan, integrasi data, dan integrasi applikasi. Database middleware menjawab tantangan integrasi data, sedangkan midleware-middleware yang lain menjawab tantangan integrasi applikasi dan jaringan. Database middleware yang paling umum digunakan adalah ODBC (Open DataBase Connectivity). Keterbatasan ODBC adalah bahwa middleware ini didisain untuk bekerja pada tipe penyimpanan relational database, lebih tepatnya SQL-based relational database2, meskipun pada saat buku ini ditulis sudah tersedia ODBC untuk text file dan Excel spreadsheet. Database middleware yang lain, yang merupakan superset daripada ODBC adalah OLEDB. OLEDB bisa mengakses hampir segala macam bentuk database, dan karenanya Microsoft mengklaim OLEDB sebagai Universal Data Access Interface2. Kelebihan yang lain dari OLEDB adalah dia didisain dengan konsep obyek komponen (Component Object Model) yang mengandalkan object-oriented computing dan menjadi salah satu trend di dunia komputasi. Hanya saja OLEDB relatif masih baru pada saat buku ini ditulis, sehingga penulis belum dapat mengevaluasinya lebih jauh. Database middleware yang ketiga lebih bersifat produk daribada sekedar standard seperti ODBC dan OLEDB yang bisa dibuat oleh berbagai vendor. Beberapa produk database middleware yang bisa disebutkan di sini adalah Oracle’s DB Integrator (previously DIGITAL’s DB Integrator), Sybase’s Omni CONNECT, and International Software Group’s Navigator. Kelebihan dari produk-produk ini dibandingkan dengan standard seperti ODBC dan OLEDB adalah performance, yang sangat sulit dimiliki oleh suatu produk yang mengacu pada standar1. Database middleware, seperti midleware-middleware yang lain akan tetap dan semakin dibutuhkan dimasa yang akan datang. Dan besar kemungkinannya bahwa OLEDB akan menjadi database middleware yang paling populer pada saat teknologinya matang, karena keterbukaannya, arsitekturnya yang object-oriented, dan kemampuannya mengakses hampir semua tipe penyimpanan data.


FITUR PADA ANTARMUKA TELEMATIKA

FITUR PADA MUKA ANTAR TELEMATIKA Interface merupakan salah satu media yang digunakan komputer untuk berkomunikasi dengan manusia. interface di komputer dikenal dengan GUI (Graphical User Interface). Penghubung antara dua sistem atau alat. Media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya. Keluaran (output) dari suatu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat terintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan. Interface ini, meliputi: 1. perangkat yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu, dan perangkat yang secara tidak langsung mengontrol perangkat lunak. 2. piranti input atau output 3. prosedur pemakaian perangkat. Dalam terminologi perangkat lunak, interface bisa diartikan sebagai tampilan atau cara perangkat lunak bersangkutan berinteraksi dengan penggunanya. Sedangkan dalam terminologi perangkat keras, interface mengacu kepada standar yang digunakan oleh suatu peripheral tertentu untuk berhubungan dengan peripheral lainnya dalam satu sistem. Command Line Interface(CLI) CLI adalah tipe antarmuka dimana pengguna berinteraksi dengan sistem operasi melalui text-terminal. Pengguna menjalankan perintah dan program di sistem operasi tersebut dengan cara mengetikkan baris-baris tertentu. Meskipun konsepnya sama, tiap-tiap sistem operasi memiliki nama atau istilah yang berbeda untuk CLI-nya. UNIX memberi nama CLI-nya sebagai bash, ash, ksh, dan lain sebagainya. Microsoft Disk Operating System (MS-DOS) memberi nama command.com atau Command Prompt. Sedangkan pada Windows Vista, Microsoft menamakannya PowerShell. Pengguna Linux mengenal CLI pada Linux sebagai terminal, sedangkan pada Apple namanya adalah commandshell. Graphical User Interface(GUI) GUI adalah tipe antarmuka yang digunakan oleh pengguna untuk berinteraksi dengan sistem operasi melalui gambar-gambar grafik, ikon, menu, dan menggunakan perangkat penunjuk ( pointing device) seperti mouse atau track ball. Elemen-elemen utama dari GUI bisa diringkas dalam konsep WIMP ( window, icon, menu, pointing device). Pengguna komputer yang awam seringkali menilai sebuah sistem operasi dari GUI-nya. Sebuah sistem operasi dianggap bagus jika tampilan luarnya (GUI-nya) bagus. Padahal, seperti telah dijelaskan sebelumnya, komponen sistem operasi tidak hanya GUI, sehingga penilaian terhadap sebuah sistem operasi tidak bisa hanya dari satu komponen saja. Karena GUI adalah kesan pertama pengguna dengan sistem operasi itu, setiap pengembang sistem operasi berlomba-lomba mengembangkan GUI-nya dengan keunggulannya masing-masing.Sejarah mencatat bahwa Xerox PARC (Palo Alto Research Center) yang pertama kali meriset tentang GUI. Pada tahun 1984, Apple merilis Macintosh yang menggunakan GUI hasil riset Xerox PARC. Beberapa tahun kemudian, Microsoft merilis sistem operasi Windows-nya yang juga menggunakan GUI. Apple mengklaim bahwa Microsoft mencuri ide dari Apple. Seperti halnya CLI, tiap-tiap sistem operasi juga memiliki nama tersendiri untuk komponen GUI-nya. Pada Apple Mac OS X, GUI-nya disebutAqua. Microsoft memberi nama GUI Windows XP sebagai Lunar dan GUI Windows Vista sebagai Aero. Pada Linux, ada dua pengembang utama desktop environment pada Linux, yang masing-masing menghasilkan produk KDE (K Desktop Environment) dan GNOME. KDE digunakan pada beberapa distro seperti SuSE dan Mandrake, sedangkan GNOME dipakai pada beberapa distro seperti Fedora Core dan Ubuntu. Antarmuka pemakai (User Interface) merupakan mekanisme komunikasi antara pengguna (user) dengan sistem. Antarmuka pemakai (User Interface) dapat menerima informasi dari pengguna (user) dan memberikan informasi kepada pengguna (user) untuk membantu mengarahkan alur penelusuran masalah sampai ditemukan suatu solusi. user interface, berfungsi untuk menginputkan pengetahuan baru ke dalam basis pengetahuan sistem pakar (ES), menampilkan penjelasan sistem dan memberikan panduan pemakaian sistem secara menyeluruh step by step sehingga user mengerti apa yang akan dilakukan terhadap suatu sistem. Yang terpenting dalam membangun user interface adalah kemudahan dalam memakai/ menjalankan sistem, interaktif, komunikatif, sedangkan kesulitan dalam mengembangkan/ membangun suatu program jangan terlalu diperlihatkan.


JARINGAN WIRELESS PADA TELEMATIKA

Jaringan Wireless Jaringan wireless: jaringan yang mengkoneksikan dua komputer atau lebih menggunakan sinyal radio, cocok untuk berbagi-pakai file, printer, atau akses Internet. Berbagi sumber file dan memindah-mindahkannya tanpa menggunakan kabel. Mudah untuk di-setup dan handal sehingga cocok untuk pemakaian di kantor atau di rumah. Produk dari produsen yang berbeda kadang-kadang tidak kompatibel. Harganya lebih mahal dibanding menggunakan teknologi ethernet kabel biasa. Bila Anda ingin mengkoneksikan dua komputer atau lebih di lokasi yang sukar atau tidak mungkin untuk memasang kabel jaringan, sebuah jaringan wireless (tanpa kabel) mungkin cocok untuk diterapkan. Setiap PC pada jaringan wireless dilengkapi dengan sebuah radio tranceiver, atau biasanya disebut adapter atau kartu wireless LAN, yang akan mengirim dan menerima sinyal radio dari dan ke PC lain dalam jaringan. Anda akan mendapatkan banyak adapter dengan konfigurasi internal dan eksternal, baik untuk PC desktop maupun notebook. Mirip dengan jaringan Ethernet kabel, sebuah wireless LAN mengirim data dalam bentuk paket. Setiap adapter memiliki nomor ID yang permanen dan unik yang berfungsi sebagai sebuah alamat, dan tiap paket selain berisi data juga menyertakan alamat penerima dan pengirim paket tersebut. Sama dengan sebuah adapter Ethernet, sebuah kartu wireless LAN akan memeriksa kondisi jaringan sebelum mengirim paket ke dalamnya. Bila jaringan dalam keadaan kosong, maka paket langsung dikirimkan. Bila kartu mendeteksi adanya data lain yang sedang menggunakan frekuensi radio, maka ia akan menunggu sesaat kemudian memeriksanya kembali. Wireless LAN biasanya menggunakan salah satu dari dua topologi–cara untuk mengatur sebuah jaringan. Pada topologi ad-hoc–biasa dikenal sebagai jaringan peer-to-peer–setiap PC dilengkapi dengan sebuah adapter wireless LAN yang mengirim dan menerima data ke dan dari PC lain yang dilengkapi dengan adapter yang sama, dalam radius 300 kaki (±100 meter). Untuk topologi infrastruktur, tiap PC mengirim dan menerima data dari sebuah titik akses, yang dipasang di dinding atau langit-langit berupa sebuah kotak kecil berantena. Saat titik akses menerima data, ia akan mengirimkan kembali sinyal radio tersebut (dengan jangkauan yang lebih jauh) ke PC yang berada di area cakupannya, atau dapat mentransfer data melalui jaringan Ethernet kabel. Titik akses pada sebuah jaringan infrastruktur memiliki area cakupan yang lebih besar, tetapi membutuhkan alat dengan harga yang lebih mahal. Walau menggunakan prinsip kerja yang sama, kecepatan mengirim data dan frekuensi yang digunakan oleh wireless LAN berbeda berdasarkan jenis atau produk yang dibuat, tergantung pada standar yang mereka gunakan. Vendor-vendor wireless LAN biasanya menggunakan beberapa standar, termasuk IEEE 802.11, IEEE 802.11b, OpenAir, dan HomeRF. Sayangnya, standar-standar tersebut tidak saling kompatibel satu sama lain, dan Anda harus menggunakan jenis/produk yang sama untuk dapat membangun sebuah jaringan. Semua standar tersebut menggunakan adapter menggunakan segmen kecil pada frekuensi radio 2,4-GHz, sehingga bandwith radio untuk mengirim data menjadi kecil. Tetapi adapter tersebut menggunakan dua protokol untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam pengiriman sinyal: Frequency hopping spread spectrum, dimana paket data dipecah dan dikirimkan menggunakan frekuensi yang berbeda-beda, satu pecahan bersisian dengan lainnya, sehingga seluruh data dikirim dan diterima oleh PC yang dituju. Kecepatan sinyal frekuensi ini sangat tinggi, serta dengan pemecahan paket data maka sistem ini memberikan keamanan yang dibutuhkan dalam satu jaringan, karena kebanyakan radio tranceiver biasa tidak dapat mengikutinya. Direct sequence spread spectrum, sebuah metode dimana sebuah frekuensi radio dibagi menjadi tiga bagian yang sama, dan menyebarkan seluruh paket melalui salah satu bagian frekuensi ini. Adapter direct sequence akan mengenkripsi dan mendekripsi data yang keluar-masuk, sehingga orang yang tidak memiliki otoritas hanya akan mendengar suara desisan saja bila mereka menangkap sinyal radio tersebut. Vendor wireless LAN biasanya menyebutkan transfer rate maksimum pada adapter buatan mereka. Model yang menggunakan standar 802.11 dapat mentransfer data hingga 2 megabit per detik, baik dengan metode frequency hopping atau direct sequence. Adapter yang menggunakan standar OpenAir dapat mentransfer data hingga 1,6-mbps menggunakan frequency hopping. Dan standar terbaru, HomeRF dapat mengirim dan menerima data dengan kecepatan 1,6-mbps (dengan menggunakan metoda frekuensi hopping). Wireless LAN kecepatan tinggi menggunakan standar 802.11b–yang dikenal sebagai WiFi–mampu mengirim data hingga 11-mbps dengan protokol direct sequence. Terminal Pada saat terminal/client/terminal/client melakukan proses booting, garis besar proses yang dijalankan adalah: Mencari alamat ip dari dhcp server. Mengambil kernel dari tftp server. Menjalankan sistem file root dari nfs server. Mengambil program X-server ke dalam memory dan mulai menjalankannya. Melakukan hubungan dengan xdm server dan user login ke dalam xdm server. Dalam contoh kasus diatas, dhcp server, tftp server, nfs server dan xdm server berada dalam satu mesin komputer atau disebut server. Pada saat komputer terminal/client selesai melakukan proses booting dan user login ke dalam server, beberapa program aplikasi akan berjalan didalam server tetapi output / tampilan akan berada pada komputer terminal/client. Ini adalah teori dasar dari x-windows ltsp. Komputer terminal/client hanya berjalan pada linux kernel, Xfree86, Init dan print server daemon untuk melakukan pencetakan ke dalam lokal printer. Karena progaram ini adalah sangat kecil agar dapat dijalankan padakomputer` terminal/client maka kita dapat melakukan penghematan daya listrik dengan memakai power yang rendah dan dapat dijalankan dengan menggunakan komputer 486 16mb untuk ram dengan tampilan x window terminal/client (tanpa harddisk). Bila kita menggunakan beberapa komputer terminal/client dengan satu server permasalahan yang timbul jika komputer terminal/client akan berjalan, komputer terminal/client akan butuh untuk menulis beberapa files ke dalam server, dan juga komputer terminal/client membutuhkan untuk menghubungkan beberapa sistem file root. Jika mempunyai 50 komputer terminal/client kita membutuhkan 50 bagian direktori yang harus diexported. Ini adalah salah satu kenyataan dan tantangan yang harus di coba untuk ditangani. Garis besarnya, tutorial singkat ini akan memberikan contoh konfigurasi file dan program yang dibutuhkan agar komputer terminal/client dapat berjalan pada saat di booting. Beberapa komputer terminal/client mempunyai spesifikasi perangkat keras yang berbeda. Seperti lan card, vga card dan type.


Rabu, 09 Desember 2009

Kolaborasi Antar muka Otomotif Multimedia-(Automotive Multimedia Interface Colaboration - AMI-C) Automotive Multimedia Interface Collaboration (AMI-C) adalah mengembangkan dan standarisasi yang umum multimedia dan telematika otomotif untuk kendaraan antarmuka jaringan komunikasi. Tujuan utamanya adalah untuk: Ø Menyediakan interface standar untuk memungkinkan pengendara mobil untuk menggunakan berbagai media, komputer dan perangkat komunikasi - dari sistem navigasi dan hands-free telepon selular, melalui manusia maju / mesin sistem antarmuka, termasuk pengenalan suara dan sintesis, untuk dipersembahkan komunikasi jarak dekat ( DSRC) sistem untuk kendaraan untuk infrastruktur komunikasi dan sistem mobil seperti airbag, pintu kunci dan diagnostik input / output; Ø Meningkatkan pilihan dan mengurangi keusangan sistem elektronik kendaraan. Ø Memotong biaya keseluruhan informasi kendaraan dan peralatan hiburan dengan meningkatkan ukuran pasar yang efektif dan memperpendek waktu pengembangan - industri otomotif efektif terdiri dari banyak pasar yang kecil karena setiap platform kendaraan sering mengandung berbagai adat-mengembangkan komponen dan platform yang khas hanya sekitar 50.000 unit; dan Ø Menawarkan standar terbuka dan spesifikasi untuk informasi interface dalam kendaraan dan antara kendaraan dan dunia luar. Awal tahun ini, AMI-C mendirikan gugus tugas bersama dengan PALING Kerjasama di Karlsruhe, Jerman untuk mulai mengharmonisasikan spesifikasi masing-masing.Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa AMI-C kerangka arsitektur dapat menggunakan PALING jaringan berkecepatan tinggi, dan untuk bekerja sama dalam mengembangkan prioritas dan rencana untuk masa depan.Organisasi memiliki banyak anggota yang sama, produksi mengembangkan kendaraan yang menggunakan jaringan MOST.AMI-C juga mengusulkan tambahan ke IDB 1394 spesifikasi fisik. Medea + mitra sudah terlibat dalam banyak proses standarisasi ini.Dan Medea + Silicon A404 Systems for Automotive Electronics (SSAE) proyek adalah memimpin dalam merancang arsitektur dan generik baru chipset untuk mendukung elektronik / aplikasi telematika di dalam mobil. Tujuannya adalah untuk mendefinisikan arsitektur sesuai sesuai dengan spesifikasi AMI-C serta merancang dan mengevaluasi komponen sistem tingkat dan spesifik menghubungkan perangkat. Dasar dari pendekatan adalah penggunaan toleran kesalahan-bus untuk menghubungkan dan mengendalikan berbagai unit pusat dan multi-fungsi modul yang akan mengakuisisi, mentransfer dan menyimpan data.Baru kendaraan listrik dan elektronik arsitektur switching unit link cerdas untuk tubuh dan fungsi kenyamanan, sebuah kotak telematika, kotak multimedia, unit kontrol elektronik lainnya dan perangkat elektro-mekanik (Mechatronic) modul. Tujuan lain dari proyek SSAE termasuk desain yang handal dan hemat biaya komponen silikon dan spesifik menghubungkan perangkat yang akan melakukan sebagai bagian dari arsitektur tersebut.Protokol perangkat lunak yang relevan sedang dikembangkan di Electronic Embedded ITEA Arsitektur (TIMUR-EEA) proyek, yang dimulai pada awal 2001 dan dijadwalkan berakhir pada tahun 2003. Perhatian utama adalah biaya pelaksanaan arsitektur baru tersebut.Proyek yang SSAE berkonsentrasi pada pengembangan chip multi-fungsi modul yang dapat dengan mudah diproduksi secara massal untuk sejumlah model mobil.12 mitra di horizontal dan / atau persaingan vertikal termasuk pembuat mobil, peralatan pemasok, dan produsen chip.Kelompok ini menawarkan keahlian yang luas dalam pembuatan mobil, elektronik dan telematika penyediaan peralatan, semikonduktor produksi dan penyediaan layanan. Tapi Medea + dukungan kepada daerah otomotif juga termasuk komponen yang mendasari perkembangan teknologi: u The Medea + T124 sistem Suhu Operasional Tinggi di Chip, Majelis dan Keandalan (HOTCAR) proyek ini dimaksudkan untuk memenuhi meningkatnya permintaan untuk mampu menahan elektronik kasar lingkungan operasi.Permintaan oleh industri otomotif untuk lengkap subassemblies siap untuk me-mount di dalam kendaraan berarti bahwa semua peralatan kontrol elektronik harus dipasang langsung di unit seperti unit mesin dan transmisi, di mana mereka akan dikenakan untuk jangka panjang temperatur yang ekstrem, getaran dan kelembaban.Pembakuan sangat penting untuk mengendalikan biaya spesifik tersebut relatif rendah tapi volume perangkat elektronik dan karena itu membentuk suatu bagian integral dari proyek. u Medea + juga mendukung konsorsium yang bertanggung jawab menjabarkan solusi yang berorientasi masa depan pada proses semikonduktor untuk suplai baterai 42V dalam aplikasi otomotif (Medea + T122, SC untuk 42V Otomotif). u Penuh semangat hasil yang diharapkan adalah Medea + T102 Aplikasi Spesifik Desain untuk ESD dan Substrat Effects (ASDESE) proyek juga.Fitur penurunan ukuran, tumbuh kompleksitas dan frekuensi operasi yang lebih tinggi dari generasi berturut-turut sirkuit terpadu, electrostatic discharge (ESD) dan umpan balik melalui penggandengan substrat menjadi lebih dan lebih problematis.Dalam lingkup proyek ini, metode untuk peningkatan kehandalan desain dan desain Asics efisiensi serta perlindungan terhadap ESD mereka dan tidak dikehendaki efek substrat dianalisis secara rinci. u Proyek-proyek lain dalam desain elektronik sistem otomasi desain memperkuat efisiensi dalam otomotif dan aplikasi lain juga: · The Medea + A508 Spesifikasi dan algoritma / arsitektur-co-desain untuk aplikasi yang sangat kompleks di otomotif dan komunikasi (SPEAC) Proyek ini bertujuan membangun sebuah generasi baru dari tingkat sistem front-end, di atas aliran desain saat ini digunakan dalam industri. · The Medea + A509 System Design Microelectronic EMC kepadatan tinggi frekuensi tinggi Interconnect dan Lingkungan (MESDIE) proyek pengembangan perangkat perlindungan EMC dan sistem interkoneksi yang dioptimalkan untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi pada chip dan kepadatan tinggi tingkat kemasan. · The Medea + A510 Analog tambahan untuk sistem-untuk-desain otomatis silikon (Anastasia +) proyek mulus mengembangkan desain top-down terpadu metode campuran analog dan sinyal (A / MS) sistem dan untuk mencapai otomatisasi tingkat tinggi / menggunakan kembali di A / MS proses desain. Sumber : http://www.medeaplus.org/web/medeaplus/article_october2002.php



 

Footer Widget #3